SINGKAWANG, Newsline.id – Menanggapi video viral yang sempat beredar saat ini, terkait dengan SPBU 64.791.06 Kaliasin Singkawang Selatan dalam hal Pengambilan solar bersubsidi bagi kebutuhan nelayan Sedau yang sedikit menuai polemik dari Pihak tertentu, sangat sangat disayangkan jika harus terjadi.
Dan kami telah melakukan wawancara Eksklusif dengan sdr Yudha selaku Manager dari SPBU 64.791.06 Kaliasin tersebut.
Sdr Yudha menjelaskan “Dulunya itu pengisian BBM untuk nelayan dan umum itu disatukan jadwalnya namun karena waktu yang terbatas maka kita buat aturan pengisian untuk kendaraan umum dan untuk nelayan dibagikan secara terpisah waktunya sehingga tidak terjadi Hal yang dapat mengganggu antara kendaraan dan para nelayan. Agar mereka sama-sama dapat, karena kalau kendaraan umum/mobil tidak kita tetapkan waktunya maka sudah pasti untuk para Nelayan tidak akan kebagian”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia juga mengatakan, ” Untuk kedepannya dia berharap kepada semua pihak agar tidak asal berkomentar, mengupload, mem-vidio atau men-just yang tidak-tidak, sebelum mengkonfirmasi nya terlebih dahulu kepada pihak terkait seperti SPBU, Dinas terkait, dan kepada para nelayan yang menerima BBM bersubsidi jenis Solar tersebut.
Yudha juga menjelaskan jika para nelayan ini untuk mendapatkan rekomendasi izin itu tidaklah mudah, namun mereka harus melalui banyak tahapan-tahapan, Rekomendasi izin itu bukan dikeluarkan oleh pihak SPBU, namun dari Pemerintah melalui Dinas-dinas terkait”.
Lebih lanjut dikatakannya “Untuk Kuota Solar Subsidi bagi Nelayan Sedau ini memang sekitar 2 ton, sesuai Surat Rekomendasi yang mereka bawa, tidak di lebihkan dan tidak di kurangi”.ucapnya
Jadi dengan adanya kejadian tersebut kami sebagai pihak SPBU tentu saja kami merasa sangat Tersudutkan.
“ Yang pasti kami tidak ingin masyarakat itu beranggapan negatif terhadap kami, karena tidak semua SPBU itu “nakal”, apalagi jelas semua sudah ada aturannya.
Yudha juga mengingatkan “Untuk itu kami meminta itikad baik kepada kawan-kawan yang mengupload video dan menyebarkan berita yang melibatkan pihak Kami tanpa tau kebenaran yang sebenarnya. Kami harap agar segera mengklarifikasi berita yg mereka upload dan posting,” tegasnya (13/10)
Penulis : zLd_ / bd
Editor : zLd_









