Opini: Singkawang Bersolek Wisata, Tapi “Rumah” Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINGKAWANG, Newsline.id – Pemerintah Kota Singkawang saat ini sedang giat-giatnya memoles diri. Slogan kota wisata, kota tertoleran, hingga pusat festival budaya terus didengungkan untuk menarik minat pelancong. Namun, di balik gemerlap lampu hias dan narasi kemajuan tersebut, ada kenyataan pahit yang mulai merayap di jalanan: rasa aman warga sedang dipertaruhkan.

Belakangan ini, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Singkawang seolah melaju kencang beriringan dengan ambisi pariwisatanya. Ironisnya, gangguan ini bukan lagi sekadar isu pinggiran, melainkan sudah masuk ke jantung kota dan ruang publik kita.

Kita dikejutkan dengan rentetan peristiwa yang mengusik nurani. Mulai dari kasus pembunuhan yang tragis, balap liar yang meresahkan pengguna jalan, hingga aksi premanisme yang mulai menunjukkan taringnya. Lebih mengkhawatirkan lagi, penyakit masyarakat seperti judi dan seks bebas seolah mendapatkan ruang untuk tumbuh subur. Puncaknya, keberanian pelaku kriminal melakukan upaya perampasan sepeda motor di jalan protokol pada siang bolong adalah tamparan keras bagi wajah keamanan kota ini. Jika di siang hari dan di jalan utama saja pelaku kejahatan tidak lagi punya rasa takut, lantas di mana ruang aman bagi warga?

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyalahkan aparat keamanan sepenuhnya tentu tidak adil dan tidak solutif. Namun, kita harus berani menunjuk hidung persoalan utamanya: Kesimpangsiuran regulasi dan lemahnya tata kelola kota.

Pemerintah Kota Singkawang perlu melakukan autokritik terhadap kebijakan pemberian izin usaha. Munculnya tempat hiburan malam dan arena “permainan ketangkasan” yang lokasinya kerap tidak tepat—berdekatan dengan pemukiman atau fasilitas publik—menjadi pemantik masalah. Jam operasional yang seolah tanpa kendali bukan hanya menciptakan polusi suara, tetapi menjadi inkubator bagi gesekan antar-kelompok dan perilaku menyimpang.

Pariwisata yang maju seharusnya membawa kesejahteraan dan ketenangan, bukan justru membawa residu kriminalitas akibat pengawasan yang longgar. Kita tidak ingin Singkawang hanya indah di brosur wisata, namun mencekam bagi penghuninya.

Restorasi kamtibmas tidak bisa hanya mengandalkan patroli polisi. Ia harus dimulai dari meja kerja birokrat. Regulasi perizinan harus diperketat; penempatan lokasi usaha hiburan wajib mempertimbangkan dampak sosial, bukan sekadar mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penegakan aturan jam operasional harus dilakukan tanpa pandang bulu.

Singkawang sedang berada di persimpangan jalan. Apakah kita akan membiarkan kota ini tumbuh menjadi pusat wisata yang keropos karena gangguan keamanan, atau kita berani berbenah dan mengembalikan Singkawang sebagai rumah yang aman bagi semua? Membangun fisik kota itu mudah, namun membangun rasa aman jauh lebih mahal harganya. Jangan sampai kutukan kemajuan kota justru memakan kedamaian warganya sendiri.

Penulis : Zaldi Aswan

Sumber Berita: Dino Santana

Berita Terkait

Diduga Terkait Kasus Narkotika, Oknum Polisi Diamankan Polda Kalbar
Bocah 6 Tahun Meninggal Dunia Usai Ditemukan Tenggelam di Pantai Gratis
Target Daerah Terisolasi, Kodam XII/Tpr Bangun Jembatan Perintis Garuda
Pangdam XII/Tpr Hadiri Safari Ramadhan Bersama Ustadz Das’ad Latif
Hutan Adat Dibabat, Warga Desak Bupati Ketapang Bertindak
Polres Kubu Raya: Tes Urine Semua Negatif, Tak Ada Toleransi Narkoba
Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Perkara Tipikor Oleh Ditreskrimsus Polda Kalbar ke Kejari Sintang
Wujudkan Institusi Bersih, Polda Kalbar Gelar Tes Urine Mendadak
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 16:16 WITA

Diduga Terkait Kasus Narkotika, Oknum Polisi Diamankan Polda Kalbar

Rabu, 25 Maret 2026 - 15:34 WITA

Bocah 6 Tahun Meninggal Dunia Usai Ditemukan Tenggelam di Pantai Gratis

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:29 WITA

Target Daerah Terisolasi, Kodam XII/Tpr Bangun Jembatan Perintis Garuda

Senin, 9 Maret 2026 - 18:57 WITA

Pangdam XII/Tpr Hadiri Safari Ramadhan Bersama Ustadz Das’ad Latif

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:02 WITA

Hutan Adat Dibabat, Warga Desak Bupati Ketapang Bertindak

Berita Terbaru

Breaking News

Diduga Terkait Kasus Narkotika, Oknum Polisi Diamankan Polda Kalbar

Selasa, 14 Apr 2026 - 16:16 WITA

Advetorial

Hutan Adat Dibabat, Warga Desak Bupati Ketapang Bertindak

Sabtu, 28 Feb 2026 - 19:02 WITA