Singkawang, Newsline.id – Terkait adanya dugaan gejala keracunan yang dialami puluhan siswa MAN Model Kota Singkawang bahkan hingga harus menjalankan perawatan kesehatan di beberapa tempat fasilitas kesehatan yang berbeda beberapa waktu lalu usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Sinar Cahaya Khatulistiwa yang berlokasi di Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Singkawang Tengah, tentu sangat memprihatinkan terjadi.
Maulidi Ikhsan, Kepala SPPG Dapur Umum Yayasan Sinar Cahaya Khatulistiwa Singkawang Tengah, memohon maaf yang sebesar besarnya karena sudah terjadi hal yang tidak kita semua inginkan.
Dikatakan dia, tindakan pertama dari pihak SPPG bersama mitra yayasan yakni siswa yang terdampak hari itu juga telah disampaikan dan kita mendatangi orang tua murid maupun siswa yang terdampak yang mendapatkan perawatan kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk segala biaya atau administrasi kita bertanggung jawab penuh,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan untuk kronologi mengapa hal ini bisa terjadi, dimana terduga keracunan itu indikasi pertama dari kami karena memang ada keterlambatan dalam pengantaran. Biasanya pengantaran dilakukan pada pukul 09.00 atau 10.00 pagi namun saat itu pengantaran mengalami keterlambatan hingga pukul 11.00 siang.
“Kebetulan saat itu mungkin siswa MAN Model tidak langsung mengkonsumsi menu MBG tersebut tetapi menunggu usai melaksanakan solat Zuhur dulu sehingga kemungkinan besar hal ini membuat menu MBG terkontaminasi dan siswa yang terdampak tidak hanya pada satu kelas saja namun dari berbagai kelas. Tetapi penyebab yang pasti terjadi nya semua ini kita masih menunggu hasil uji laboratorium BPOM Provinsi. Atas kejadian ini kami akan melakukan evaluasi sebesar-besarnya agar kejadian ini tidak terulang lagi”, jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan Koordinator Regional MBG Wilayah Kalimantan Barat, Agus Kurniawi saat ditemui awak media mengatakan atas adanya kejadian ini dengan kerendahan hati memohon maaf dan akan terus berusaha keras dan semaksimal mungkin agar program MBG yang berjalan diwilayah Kalbar ini nol angka kejadian.
” Kita akan selalu melakukan evaluasi baik dari menu, sarana maupun prasarana di setiap SPPG guna perbaikan kwalitas makanan MBG diwilayah kita ini. Demikian pula halnya untuk prasarana IPAL yang ada di SPPG sudah sesuai standar namun memang masih ada kekurangan yang perlu kita perbaiki ,” ucapnya.
Selain itu juga dikatakan dia, pihak Regional MBG Wilayah Kalbar berharap kepada semua pihak baik itu dari rekan rekan media, masyarakat maupun pihak lainnya dapat memberikan masukan, kritikan atau pun saran agar program MBG ini berjalan lebih baik lagi sehingga jika terjadi kekurangan dapat segera diperbaiki atau ditindak lanjuti.
” terus terang kami berterima kasih dengan adanya pemberitaan di media tentang program MBG ini sehingga ketika mengetahui adanya kekurangan program ini maka dapat segera kami tindak lanjuti, sebab itu peran media tidak dapat dipisahkan dalam program MBG ini,” tutupnya.(*).
Penulis : tim









