FKDM Kalbar: Prihatin Insiden Molotov SMPN 3 Kubu Raya

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pontianak, Newsline.id – Peristiwa pelemparan bom molotov yang dilakukan oleh seorang siswa di SMP Negeri 3 Kubu Raya pada hari Selasa (3/2/2026) menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Kejadian tersebut dinilai sebagai alarm keras bagi dunia pendidikan, khususnya terkait pembinaan karakter, kesehatan mental, dan pengawasan terhadap peserta didik.

Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kalimantan Barat, Muhamad Sani, SH., MAP, menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang melibatkan pelajar di lingkungan sekolah.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, aksi tersebut tidak dapat dianggap sebagai peristiwa biasa dan harus menjadi perhatian bersama.

“Ini sangat memprihatinkan. Ketika pelajar sudah terlibat dalam tindakan berbahaya seperti pelemparan bom molotov, maka ini menjadi tanda bahwa ada persoalan mendasar yang harus segera dibenahi di dunia pendidikan,” ucap Muhamad Sani.

Ia menegaskan, seluruh pihak harus terlibat aktif dalam pembinaan dan pengawasan, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum.

“Penanganannya tidak bisa hanya sebatas proses hukum. Pembinaan mental, karakter, dan pengawasan terhadap anak-anak kita harus diperkuat. Dunia pendidikan wajib menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan,” terangnya.

Dari sudut pandang psikologi pendidikan, psikolog Pendidikan, Ketua FKDM Kalbar ini menilai bahwa perilaku ekstrim yang dilakukan oleh pelajar umumnya dipicu oleh akumulasi masalah psikososial yang tidak tertangani sejak dini.

“Pada usia remaja awal, emosi anak masih sangat labil. Jika tekanan di rumah, lingkungan pergaulan, atau di sekolah tidak tersalurkan dengan baik, maka bisa muncul perilaku agresif sebagai bentuk pelampiasan,” jelasnya.

Sekolah perlu memperkuat peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta membangun sistem deteksi dini terhadap perubahan perilaku siswa.

“Pendekatan represif saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah pendampingan psikologis, komunikasi intensif antara sekolah dan orang tua, serta ruang aman bagi siswa untuk mengekspresikan masalahnya,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pendidikan karakter dan literasi emosi dalam kurikulum sekolah agar siswa mampu mengelola emosi, menyelesaikan konflik tanpa kekerasan, serta memahami konsekuensi dari setiap tindakan.

Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait motif dan latar belakang pelaku dengan tetap mengedepankan prinsip perlindungan anak sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sebelumnya, peristiwa pelemparan bom molotov di SMP Negeri 3 Kubu Raya mengakibatkan satu orang mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis. Kondisi korban dilaporkan stabil dan sudah dipulangkan ke rumah.

FKDM Kalbar berharap insiden ini menjadi momentum evaluasi bersama agar dunia pendidikan di Kalimantan Barat benar-benar menjadi lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.(*).

Penulis : bd

Berita Terkait

Diduga Terkait Kasus Narkotika, Oknum Polisi Diamankan Polda Kalbar
Bocah 6 Tahun Meninggal Dunia Usai Ditemukan Tenggelam di Pantai Gratis
Target Daerah Terisolasi, Kodam XII/Tpr Bangun Jembatan Perintis Garuda
Pangdam XII/Tpr Hadiri Safari Ramadhan Bersama Ustadz Das’ad Latif
Hutan Adat Dibabat, Warga Desak Bupati Ketapang Bertindak
Polres Kubu Raya: Tes Urine Semua Negatif, Tak Ada Toleransi Narkoba
Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Perkara Tipikor Oleh Ditreskrimsus Polda Kalbar ke Kejari Sintang
Wujudkan Institusi Bersih, Polda Kalbar Gelar Tes Urine Mendadak
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 16:16 WITA

Diduga Terkait Kasus Narkotika, Oknum Polisi Diamankan Polda Kalbar

Rabu, 25 Maret 2026 - 15:34 WITA

Bocah 6 Tahun Meninggal Dunia Usai Ditemukan Tenggelam di Pantai Gratis

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:29 WITA

Target Daerah Terisolasi, Kodam XII/Tpr Bangun Jembatan Perintis Garuda

Senin, 9 Maret 2026 - 18:57 WITA

Pangdam XII/Tpr Hadiri Safari Ramadhan Bersama Ustadz Das’ad Latif

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:02 WITA

Hutan Adat Dibabat, Warga Desak Bupati Ketapang Bertindak

Berita Terbaru

Breaking News

Diduga Terkait Kasus Narkotika, Oknum Polisi Diamankan Polda Kalbar

Selasa, 14 Apr 2026 - 16:16 WITA

Advetorial

Hutan Adat Dibabat, Warga Desak Bupati Ketapang Bertindak

Sabtu, 28 Feb 2026 - 19:02 WITA